Pementasan “Keheningan yang Membatu”

Hari ini, kami merasa capek banget! Lelah seh tapi sungguh-sungguh menyenangkan. Sehabis dapet duit dari pak Andriya kami langsung beli peralatan untuk pentas. Hari itu juga kami mau menyelesaikan setting background yang agak rumit. Dengan kotor penuh cat di tangan akhirnya selesai juga settingnya. Capek boo!! Menurutku yang seru adalah kebersamaan kami untuk berjuang agar pentas ini dapat berjalan dengan baik. Semua ilmu kayanya kita dapetin. Selain ilmu ekonomi yang pasti kami dapet dan seni keaktoran, kami pun jadi bisa seni tukang bangunan.hehe

Pada hari pentas kami benar-benar sibuk banget. Semua terfokus pada persiapan pentas. Makan pun kami lupakan, yang terpikirkan adalah fokus dan konsen untuk keberhasilan pentas. Cuplis Rifa’i sebagai sutradara, trus om Gampink sebagai pimpronya tampak pusing dan gundah malam itu. Jalan mondar-mandir sambil bergumam sendiri. Entahlah apa yang dipikirkan tapi pada ahkirnya malam itu acaranya berjalan mulus dan tidak mengalami gangguan berarti.

Sukses TKT. Bravo olahraga!! Eh salah bravo TKT!

*posting dari arsip 2006-2007 blog Teater Kebon Teboe sebelumnya.

This entry was posted in Pementasan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s